iPhonesia - Mobile Photography Community

Home General Mobile Phone Photojurnalism

Mobile Phone Photojurnalism

Masih inget sama artikel fenomena mobile photography yang pernah diposting sebelumnya di situs tercinta ini? Kalo masih inget, tau dong di artikel tersebut ada disebutkan seorang fotografer jurnalistik yang menggunakan mobilephone nya dalam peliputan suatu peristiwa. Ya, dialah Teru Kuwayama yang meliput kejadian perang di Afganistan.

 

Penggunaan kamera phone dalam dunia jurnalistik sebenarnya sudah banyak digunakan oleh beberapa fotografer jurnalisik di beberapa tahun terakhir ini. Beberapa fotografer jurnalistik baik dalam dan luar negeri sudah membuktikan kalo memotret dengan kamera phone itu bukanlah suatu hal yang tidak mungkin.


Sebut saja Arbain Rambey fotografer senior di Harian Kompas, Michael Christopher Brown kontributor fotografer di National Geographic Magazine, Dan Chung fotografer jurnalistik pada ajang Olimpiade di London 2012, dan lain – lain. Mereka telah menghasilkan karya melalui kamera handphone untuk pekerjaan jurnalistik mereka.

Dan Chung Via CNET

Dan Chung Via CNET

Meskipun kamera phone tidak bisa dijadikan sebagai alat yang utama dalam peliputan berita namun keberadaannya tidak dapat disepelekan begitu saja. Menurut Arbain Rambey, foto yang dihasilkan melalui kamera handphone dengan segala keterbatasannya ini tidak akan terlihat perbedaannya dengan foto yang dihasilkan melalui kamera DSLR jika memenuhi tiga hal.

 

Ketiga hal yang dimaksud Bang Arbain adalah objek yang difoto tidak banyak pergerakan, kondisi cahaya pada saat pemotretan cukup melimpah, dan yang terakhir adalah foto tidak dicetak dalam ukuran besar. Baginya, hasil foto dari penggunaan kamera phone maupun kamera DSLR dapat digunakan dalam surat kabar Kompas. Dalam pekerjaannya sebagai fotografer di harian ternama di Indonesia itu, fotografer yang lulus dari Teknik Sipil ITB ini mengaku bahwa ada beberapa foto headline di tempatnya bekerja yang dicapture menggunakan kamera smartphone. Selain dipampang pada headline, ada juga beberapa foto hasil bidikan kamera phone yang ditampilkan pada bagian berita lainnya.

 

Sementara itu bagi Michael Christopher Brown, menggunakan kamera phone dalam pekerjaannya merupakan suatu hal yang menyenangkan. Fotografer yang lahir dan besar di Skagit Valey Washington State ini mengatakan bahwa kamera phone adalah alat sederhana yang dapat dia gunakan dalam pekerjaannya dengan kondisi tertentu. “Menggunakannya membuat saya melupakan elemen – elemen tertentu dalam teknik mengambil gambar. Setiap teknis pemotretan sudah diatur, kita hanya perlu menekan tombol saja” kata fotografer yang pernah bekerja part time sebagai fotografer olahraga di Koran Mingguan Washington State.

 

Banyak karya jurnalistik yang dihasilkan Mr. Brown dengan menggunakan cameraphone beberapa di antaranya adalah peristiwa Revolusi Libya tahun 2011 dan liputan di Republik Demokratis Kongo untuk TIME. Dalam liputannya tersebut ada beberapa karya dari fotografer yang biasa menggunakan iPhone untuk memotret ini diambil ketika ada larangan memotret. Salah satu hasil bidikannya adalah foto di sebuah club malam di Goma, Kongo dimana kamera tidak diijinkan untuk digunakan. Namun berkat kamera mobile phone miliknya, Mr. Brown dapat merekam keadaan disana.

Suasana di dalam club malam di Goma, Kongo Via http://www.mcbphotos.com

Suasana di dalam club malam di Goma, Kongo Via http://www.mcbphotos.com

Rakyat Libya pada Revolusi Libya 2011 Via http://www.mcbphotos.com

Rakyat Libya pada Revolusi Libya 2011 Via http://www.mcbphotos.com

Suasana di Republik Demokratis Kongo Via http://www.mcbphotos.com

Suasana di Republik Demokratis Kongo Via http://www.mcbphotos.com

Berbeda dengan Mr. Brown, Dan Chung menggunakan iPhone nya sebagai kamera dalam peliputan ajang olahraga terbesar di dunia untuk portal berita The Guardian. Pada Olimpiade yang diadakan di London pada 2012, Koh Chung menggunakan tambahan alat berupa lensa binokuler, Schneider lens, dan underwater case untuk mendapatkan gambar. Berkat keberaniannya, Koh Chung sang gear junkie ini dianggap sebagai pioneer diterimanya mobile photography sebagai alat yang dapat digunakan dalam event berskala besar seperti Olimpiade.

Timnas Spanyol Via The Guardian

Timnas Spanyol Via The Guardian

Aksi Timnas Jamaika Setelah Berhasil Memenangkan Medali Emas Pada Kelas 4x100 M Via The Guardian

Aksi Timnas Jamaika Setelah Berhasil Memenangkan Medali Emas Pada Kelas 4×100 M Via The Guardian

Tanpa disadari dengan adanya kemudahan dalam menggunakan kamera phone dan menjamurnya media sosial yang ada saat ini, kita adalah fotografer jurnalistik bagi sekitar kita. Dengan mengetahui dan memanfaatkan kelebihan dari kamera phone milik kita serta mengakali kekurangannya, kita pun sebenarnya berpotensi menjadi seorang fotografer dalam dunia jurnalistik kelak.

 

JFS

 

Sumber:

http://www.digitalphotopro.com/technique/camera-technique/iphone-photojournalism.html#.VKwttUta_BR

http://www.cnet.com/news/photojournalism-a-story-worth-telling/

http://photography.nationalgeographic.com/photography/photographers/photographer-michael-brown/

 

Sumber Foto:

http://www.mcbphotos.com

http://www.cnet.com/news/photojournalism-a-story-worth-telling/

http://www.theguardian.com/sport/2012/jul/27/london-olympics-2012-smartphone

Add a comment

Skip to toolbar