iPhonesia - Mobile Photography Community

Home Photography 6 Kesalahan Umum Pada Photography

6 Kesalahan Umum Pada Photography

Semua dari kita dalam melakukan kegiatan potret-memotret pasti pernah melakukan kesalahan. Dan kesalahan-kesalahan tersebut biasanya baru kita sadari setelah kita bertahun-tahun memotret lalu melihat kembali karya-karya awal tersebut yang membuat kita berkata “eeewww, kok bisa-bisanya motret begitu”.

Nah, daripada kamu menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar, lebih baik kita pelajari dan hindari yuk 6 kesalahan umum dalam dunia photography seperti yang dijelaskan oleh Michael Jones di eyeem.com berikut ini.

Kesalahan #1: Tidak Punya Subjek Yang Jelas/Focal Point


By 
Michael Jones

Kita biasanya tidak menyadari akan pentingnya ‘focal points’, hingga kita sadar bahwa ia tidak ada di sana. Seperti pada contoh di atas, sama sekali tidak ada ‘focal point’. Ia hanyalah sebuah foto random yang tidak menawarkan apa-apa kepada mereka yang melihatnya. Sebuah ‘focal point’ adalah inti dari sebuah gambar, ia mengikat seluruh elemen visual menjadi satu dan foto mu sebuah ‘point of interest’ untuk diperhatikan oleh orang. Inilah yang menarik perhatian orang dan mencegah mereka untuk memalingkan wajah.

Sebelum mengambil gambar, berhentilah, dan tanyakan pada diri mu sendiri, “Apa yang menjadi ‘focal point’ dari yang hendak saya rekam?”. Lalu isolasi mereka dan tonjolkan melalui pengaturan posisi, blur, ukuran, dan warna yang kontras.

Berikut ini adalah contoh dari sebuah foto dengan ‘focal point’ yang bagus.

 


By 
Aditya Gujaran

Kesalahan #2: Mengatur Komposisi Yang Salah


By 
Michael Jones

Pada foto di atas, Michael sangat berkeinginan untuk membuat sesuatu yang abstrak dari kelopak bunga di atas mobil, hingga ia mengabaikan beberapa aturan komposisi dasar.

Komposisi adalah sesuatu yang membantu kita dalam menceritakan kisah dengan lebih baik. apa yang membuat foto kita tampak menonjol, apa yang membuat foto kita hidup dan bahkan menjabarkan gaya kita. Membicarakan komposisi adalah tentang bagaimana elemen-elemen visual menyatu di dalam frame. Ia adalah tentang bagaimana caranya menggabungkan beberapa hal menarik menjadi satu. Hal ini bukanlah sebuah proses yang mudah, tetapi semua orang akan dapat mencapainya dengan latihan dan kesabaran.

Untuk memperbaiki komposisi, cobalah bekerja pada garis, menempatkan ‘focall point tidak di tengah, menyeimbangkan elemen, melanggar aturan simetris, dan menambah kedalaman dengan memasukan berbagai aspek mulai dari foreground, middle, hingga background.

Jepretan di bawah ini memperlihatkan bagaimana komposisi yang tepat dapat membuat sebuah subjek yang sangat biasa menjadi menarik.

 


By 
contessascoassa

Kesalahan #3: Tidak Cukup Dekat Dengan Subjek Mu


By 
Michael Jones

Ansel Adams pernah berkata “Sebuah foto yang bagus adalah tentang mengetahui di mana harus berdiri”. Foto di atas sepertinya melupakan hal itu.

Maka, gantilah posisi memotretmu, ambillah sebagian besar dari apa yang terjadi dan mendekatlah, sangat dekat kepada subjek mu. Tidak ada yang namanya ‘personal space’! Kamu juga dapat mencoba lensa yang lebih lebar atau merubah perspektifmu dengan memanjat ke ketinggian atau berbaring di tanah. Sebagai contoh, foto di atas akan lebih menarik hasilnya jika Michael lebih dekat lagi kepada para angsa.

Intinya, yang kamu inginkan adalah memenuhi gambar dengan subjek yang sedang kamu potret. Dengan mendekat, kamu akan dapat menampilkan detail – kita semua tahu bahwa detail lah yang membuat sebuah gambar menjadi phenomenal.

Berikut ini adalah contoh foto yang dekat dan personal.


By 
James Haliburton

Kesalahan #4: Tidak Cukup Bereksperimen


By 
Michael Jones

Pernah kah kamu melihat kembali foto-foto lama mu dan menyadari bahwa ternyata mereka tampak sangat mirip dengan foto-foto lain yang pernah kamu ambil lalu kamu menjadi panik karena kamu merasa tidak cukup kreatif sebagai seorang photographer dan hampir menyerah dari dunia photography?

Lalu mengapa hal itu bisa terjadi? Secara tiba-tiba kamu melihat bahwa foto-foto mu mirip satu sama lain. Sebetulnya hal ini sangat wajar dan terjadi terhadap semua orang, terutama saat kita belajar teknik baru bermain dengan perlengkapan baru. Atau hanya karena sedang malas, sehingga seiring waktu berlalu dan kita mendapatkan lebih banyak pengalaman, kita cenderung melakukan pendekatan yang berulang terhadap subjek yang berbeda. Dan lama kelamaan, foto-foto tersebut menjadi serupa dan tidak menarik.

Lalu apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki hal ini? Memotretlah dari perspektif yang berbeda, rubah sudut mu, coba beberapa lensa, bereksperimen dengan ‘kedekatan’, bermain dengan cahaya dan melanggar semua aturan photography yang kamu ketahui.

 

Di bawah ini adalah contoh dari sebuah percobaan yang bagus

By Nadege Broche

Kesalahan #5: Tidak Cukup Memotret
By 
Michael Jones

Michael berada di sebuah gudang yang sangat keren di Berlin. Cahayanya bagus, atmospherenya keren, banyak subjek menarik, dan foto terbaik yang ia hasilkan hanyalah foto di atas. Ia tidak cukup banyak mengambil foto dari tempat tersebut.

Salah satu  kesalahan yang sering ia lakukan adalah tidak terlalu banyak mengambil foto. Terkadang kita terlalu percaya terhadap kemampuan kita sendiri, mengambil hanya sedikit foto, pulang ke rumah dan menyadari bahwa foto yang kita ambil tidak ada yang sangat bagus padahal subjeknya sangatlah menarik. Maka ambillah foto yang banyak, cobalah berbagai sudut, lalu ambil lebih banyak foto lagi.

Di bawah ini adalah contoh dari hasil mengambil foto sebanyak-banyaknya, menggunakan burst mode!


By 
TiNa

Kesalahan #6: Terlalu Banyak Editing Atau Terlalu Bergantung Pada Filter


By 
Michael Jones

Mengedit sebuah foto adalah sebuah bagian penting dalam proses photography. Akan tetapi, sangatlah mudah untuk menjadi berlebihan dan berakhir dengan sebuah gambar yang sangat tidak alami, saturasi berlebih, kontras berlebih, blur berlebih. Seperti yang terjadi pada contoh foto di atas.

Sebenarnya yang perlu kamu lakukan hanyalah mengambil foto sebaik mungkin. Lalu edit gambar tersebut dengan tujuan hanya meningkatkan komposisi dan menonjolkan subjek yang bersangkutan. Juga akan lebih baik jika kamu menjauh sejenak dari smartphonemu lalu kembali ke proses editing dengan mata yang segar.

Di bawah ini adalah contoh dari sebuah foto keren yang tidak diedit secara berlebihan.


By 
Johanna Vikell

 

-RAA-

-inspired to inspiring-

 

Article and photo source: https://www.eyeem.com/blog/2015/09/common-photography-mistakes-how-to-avoid-them/

Add a comment

Skip to toolbar