iPhonesia - Mobile Photography Community

Home Photography Basic Photography Komposisi Dasar: Leading Lines

Komposisi Dasar: Leading Lines

Screen Shot 2016-03-16 at 12.07.56 PM

Foto yang keren? Kalau yang bagus sih banyak…

Apa bedanya keren sama bagus? Bukan, bukan beda Bapak apalagi beda jagoan Presiden, keren itu lebih dari bagus; top, awesome, amazing, dll. Kalau bagus ya..bagus..okelah…nice..cukup. Keren itu Tara Basro, bagus itu….vokalis Netral.

Nah, balik lagi ke kalimat pertama di artikel ini, foto keren memang gak sebanyak foto bagus. Coba aja kamu liat di Instagram, pada bagus-bagus kan? Tapi pasti cuma dikit yang bikin mulutmu membulat membentuk kata “WOW!”. Lalu kenapa bisa begitu? Menurut saya, IMHO, karena banyak yang bisa motret, tapi gak ngerti soal yang namanya komposisi. Padahal komposisi ini sangat penting loh, ialah yang dapat membedakan antara foto bagus (harusnya artikel ini disponsorin sama Bagus kapur barus yah) dengan foto keren. Dan salah satu bagian dari komposisi yang biasanya paling sering dilupakan adalah “leading lines” atau menurut terjemahan bebasnya “garis yang memimpin”. Memimpin apa? bukan, bukan memimpin rumah tangga apalagi memimpin upacara. Daripada semakin ngelantur sayanya, kita simak aja yuk penuturan di bawah ini.

Apa Itu Leading Lines?

Secara alami, mata manusia akan mengikuti garis. Coba aja kalau gak percaya, cari sebuah garis, otomatis mata mu akan mengikuti garis tersebut dari ujung ke ujung….Udah nyoba? Percaya kan sekarang? Nah dengan adanya sebuah garis di dalam foto mu, ia akan menuntun pandangan orang yang melihat foto untuk menjelejahi scene yang terekam, menambah kedalaman dana memberikan bantuan dalam bercerita. Dan meskipun namanya garis, ia tidak harus selalu berbentuk lurus, aia bisa juga berkelok-kelok seperti pada contoh di bawah ini.

 

curvy lines_saba

Image by Saba Khozoui

Satu hal lagi yang perlu kamu ingat mengenai “leading lines” ini adalah bahwa meskipun dia penting artinya tetapi bukan berarti ia harus memakan porsi yang besar di dalam gambar, bahkan ia tidak harus selalu terlihat jelas seperti kawan kita yang posting path setiap lima menit. Dengan kombinasi tambahan antara beberapa elemen komposisi seperti warna, tekstur, bayangan, dll, “leading lines” akan tampil cukup kuat dalam mengarahkan pandangan orang tanpa perlu terlalu tampil. Foto di bawah ini merupakan contoh yang sempurna.

Leading Lines | Enlight Leak

Image by Ann Reichel

Baik ia berbentuk lurus atau melengkung, sendiri-sendiri atau menyatu di satu titik atau bahkan sesederhana sebuah sudut kamar, tujuan dari “leading lines” ini adalah untuk memimpin/menuntun pandangan orang menuju (biasanya, tidak selalu) titik fokus seperti pada foto tangga di bawah ini. Selain itu, “leading lines” selain dapat berdiri sendiri bagaikan tokoh dalam Karate Kid sebelum mengeluarkan jurus andalannya ia juga dapat berkolaborasi seperti Super Saiya dengan unsur komposisi lainnya seperti rule of thirds, pola berulang, atau memanfaatkan kontras dan shadow.

Di Mana Kamu Bisa Mendapatkannya?

Kamu bisa mendapatkannya di supermarket dan warung-warung terdekat….

Beneran, di supermarket, di warung, di poskamling, di rumahnya Mpok Ijah, di tamannya Pak Ujang, dimana-mana asal kamu membuka mata dan memperhatikan sekitar dengan cermat niscaya kamu akan menemukan “leading lines”. Pohon, bangunan, jendela, tangga, dinding, rel, pager, bahkan dirimu sendiri juga dapat menmberikan “leading lines”. Kalo ditulis terus, daftarnya bisa lebih panjang dari daftar kejelekan mantan.

Leading Lines | Enlight Leak

Image by Naeem Walji

Berikut ini ada beberapa tips yang dapat berguna untuk membantu kamu dalam menemukan dan menggunakan “leading lines” dalam berbagai genre photography mulai dari landscape, portraiture, urban, hingga street

Tip 1: Berbaring dan Berani Kotor

Semakin dekat kamu dengan tanah dan atau semakin dekat dengan “leading lines” akan meningkatkan dampak dari garis tersebut terhadap keseluruhan komposisi. Kayak contoh foto escalator di atas, ia diambil secara dekat dan rendah sehingga menonjolkan berbagai garis yang ada di dalam gambar. Sebaliknya, menempatkan iPhone dengan sangat rendah di tanah seperti pada foto di bawah akan memaksimalkan dampak dari kesan jalanan yang meraih ujung horizon.

Down_and_close_Gina

Image by Gina Finstad

Tip 2: Menuju Subjek Mu

Dengan menempatkan subjek utama mau di bagian ujung dari “leading lines” kamu akan menciptakan sebuah komposisi yang sangat menyenangkan secara estetika dengan garis yang ada menuntun matamu dengan kesan seperti menunjukkan ke arah mana kita harus memandang. Baik subjek tersebut kecil atau besar, “leading lines” dan subjek akan saling mengisi – dengan ketidakhadiran dari salah satunya akan melemahkan sang komposisi, kayak aku tanpa dia..uh… Tidak ada satupun dari foto di bawah ini yang akan memiliki kesan yang sama jika tidak ada apapun di ujung dari setiap “leading lines” yang ada.
lead_into_subject_cliff

Image by Cliff Winston Rozal


Lead_into_subject_naeem

Image by Naeem Walji

Tip 3: Muncul Dari Sudut

Daya tarik tambahan dapat diciptakan dengan menggabungkan “leading lines dengan diagonal yang kuat – terutama jika diagonal tersebut muncul dari bagian sudut.

emerge_from_corners_daniel

Image by Daniel Kendzia

Tip 4: Garis Yang Menyatu

Saat “leading lines” terus “melaju” ke kejauhan, mereka akan tampak bersatu mendambah kedalaman kepada gambar. Hal seperti ini biasanya dapat dilihat pada rel kereta, jalanan, dan hubungan LDR saat dua sisi bertemu di kejauhan, tetapi efek yang sama juga dapat dicapai dengan jarak yang lebih pendek seperti pada foto di bawah.

Converging_lines_naeem

Image by Naeem Walji

Tip 5: Portraiture

Leading lines pada portraiture biasanya kurang terlihat jelas dampaknya dibanding pada landcsape atau architecture tetapi ia tetap dapat menghasilkan gambar keren dengan penekanan pada komposisi dan bentuk detail dari sebuah subjek. Loker di bawah ini merupakan contoh yang bagus tentang bagaimana sebuah “leading line” dapat digunakan untuk menarik perhatian orang kepada subjek utama pada gambar.

portrature_jessica

Image by Jessica Baker

Nah, begitulah adanya. Untuk membuat sebuah foto yang bukan saja bagus tetapi keren, gunakanlah “leading lines”. Aturan komposisi dasar ini merupakan alat yang kuat untuk meningkatkan level kemampuan mobile photography mu. Selamat mencoba!

-RAA-

-inspired to inspiring-

Article and Photo Source: http://www.enlightapp.com/blog/how-leading-lines-add-power-to-mobile-photos/

Add a comment

Skip to toolbar