iPhonesia - Mobile Photography Community

Home News Instagram’s New Algorithm – Love or Hate It?

Instagram’s New Algorithm – Love or Hate It?

instagram

Kancah dunia perInstagraman lokal maupun interlokal geger! isu yang ditakutkan akhirnya terjadi!! Meskipun belum berlaku untuk semua pengguna, namu Instagram akhirnya merubah algorithm nya, dari yang tadinya berazaskan FIFO (first in first out) alias postingan terbaru akan berada di urutan teratas saat kita membuka IG menjadi postingan paling atas adalah postingan yang “menurut” Instagram adalah postingan yang akan kita sukai. Mirip-mirip kesotoyan Facebook gitu deh.

Tapi sebelum kita menghujatnya lebih jauh, lebih baik kita coba telaah yuk tentang mengapa sehingga kita bisa bagaimana menyikapi hal ini.

Pertama-tama: WHY???!!!!!! WHY??!!!!!!!!!!

Hal pertama yang perlu kamu inget, Instagram adalah bisnis. Ya, sejauh ini mereka bisa bertahan dengan puluhan juta pengguna gratisannya karena memang mereka berbisnis. Kalau nggak, gimana cara mereka hidup? Bayar server, bayar karyawan, operasional, dll..dari mana uangnya? yang pasti bukan dari kalian, toh kalian gak bayar sepeser pun untuk menggunakan Instagram, malah dalam beberapa hal kamu dapetin duit darinya. Nah, yang namanya bisnis dia pasti akan berkembang, menyesuaikan diri, dan pada saat itulah ia harus berevolusi.

Saat ini, saking besarnya jumlah pengguna Instagram, angka rata-rata orang kehilangan/kelewatan konten adalah 70% dari konten yang ada di feed mereka. Ah masa? Gak mungkin banget… Mungkin reaksi kamu yang sehari buka Instagram tiap menit bakal begitu. Tapi sekarang perilaku pengguna Instagram sudah jauh berbeda dibanding perilaku kita dulu yang bangun tidur aja langsung buka IG. Dari jumlah pengguna Instagram yang sudah mencapai angka ratusan juta itu ternyata sebagian besar jarang-jarang buka IG, mungkin sehari cuma sekali, atau bahkan dalam seminggu cuma dua kali. Mereka-mereka inilah yang menurunkan engagement rate (jumlah followers berbanding jumlah likes). Kebayang gak berapa banyak konten yang mereka-mereka ini lewatkan? Mereka follow kita, tapi gak likes foto kita karena udah lewat beberapa hari yang lalu. Nah, perubahan perilaku ini lah yang menyebabkan Instagram merasa perlu adanya penyesuaian dalam feed masing-masing pengguna, agar semakin kecil yang terlewat, semakin banyak interaksi yang terjadi, dan semakin tinggi tingkat penggunaannya.

Gimana Cara Kerja Algorithm Baru?

Ini pertanyaan yang hampir mirip dengan pertanyaan “Gimana sih cara masuk Pop Page” yang merupakan pertanyaan yang dilontarkan hampir oleh semua pengguna IG 4 s/d 3 tahun lalu. Miripnya dimana? Pada jawaban yang kita semua gak tahu apa. Kecuali kamu punya agen rahasia yang ditempatkan di kantor IG, kita gak akan pernah tau gimana cara kerja sebenarnya dari algorithm baru ini. Yang hanya bisa kita lakukan hanyalah menebak-nebaknya setelah merasakan perubahannya. Mencari jawaban pasti hanyalah seperti mencari pasangan yang 100% sempurna.

Jawaban yang paling mendekati pasti adalah apa yang pihak Instagram katakan bahwa “The order of photos and videos in your feed will be based on the likelihood you’ll be interested in the content, your relationship with the person posting and the timeliness of the post.” Dari situ bisa kita simpulkan bahwa yang terjadi sebenarnya hanyalah pengaturan soal foto mana yang bakal muncul pertama berdasarkan kesukaan mu terhadap sebuah konten tertentu berdasarkan “hubungan” mu dengan orang yang memposting dan timeline dari postingan tersebut.

Jadi misal nih kamu seringnya ngelike foto pemandangan, maka foto-foto pemandangan yang ada di feed kamu bakal terkumpul di deretan paling atas. Dan mungkin, sekali lagi…mungkin, hal ini akan dikombinasikan dengan frekuensi penggunaan hashtag yang kamu lakukan. Misal, kamu sering ngelike foto pemandangan dan suka memberi hashtag #blackandwhite pada foto-foto mu maka yang akan sering muncul di feed kamu adalah foto pemandangan bernuansa hitam-putih, yang urutannya akan berdasar pada sejarah interaksi antara kamu dan orang yang kamu follow. Dan mungkin juga lokasi kamu berada akan berpengaruh terhadap penampilan feed, mungkin.

Lalu bagaimana mereka akan mengurutkan kualitas dari gambar yang ada? Akankah semuanya diatur atau hanya beberapa saja lalu yang lainnya akan tampil seperti yang lama? Gimana caranya Instagram memprioritaskan postingan tertentu kalau kita hampir secara rata berinteraksi terhadap banyak akun? Apakah jumlah postingan yang “diatur” akan terpengaruhi oleh frekuensi berapa kali kita buka IG? Sayangnya pertanyaan-pertanyaan di atas dan masih banyak pertanyaan lainnya belum bisa, atau bahkan tidak akan bisa kita jawab. Lalu solusinya apa? Just love it or leave it?

Bagaimana Hal Ini Mempengaruhi Strategi Mu?

Perubahan ini memang cukup menakutkan terutama bagi para marketer (para buzzer termasuk di dalamnya). Bagaimana menyesuaikan strategi posting untuk mengakomodasi perubahan ini adalah pertanyaan besarnya.

Hal pertama yang paling penting adalah jika kamu sudah memiliki engagement yang bagus, konten yang berkualitas, dan telah memberikan apa yang follower mu inginkan maka perubahan ini tidak akan berpengaruh secara negatif malah bahkan positif. Nah kalau sudah begini tentu kamu bisa bernafas lega sambil memikirkan beberapa hal logis berikut.

Kalau memang followers mu selalu ngelike postingan mu, maka dengan perubahan ini postingan mu akan selalu di deretan atas feed mereka. Bagus kan?

Kalau ada followers kamu yang termasuk golongan log in sesekali maka meskipun postingan mu gak masuk ke deretan atas pada feed mereka maka hal ini gak ada bedanya, toh biasanya juga postingan kamu terlewat sama mereka.

Nah kalau ada followers kamu yang ngeliat postingan kamu tapi gak ngelike, maka kamu perlu memperbaiki konten yang ada. Dengan atau tanpa adanya algorithm yang baru, hal ini tetap akan terjadi toh? Konten yang bagus akan menarik interaksi, konten yang seadanya hanya akan dicuekin.

Kalau hal yang terjadi ada pada paragraph di atas, apa yang perlu kamu lakukan? Yang pasti jangan menambah jumlah postingan!! Kalau Instagram merasa postingan mu tidak memiliki nilai untuk dinaikkan ke atas, maka menambah jumlah hal yang sama tidak bernilai tentu bukan jawabannya!. Lebih baik fokus terhadap memperbaiki konten, yang lebih engaging. Kerjakan sekarang juga saat algorithm ini baru bekerja dan belum terlalu luas jangkauannya. Ibarat kata perbaiki kinerjamu sebelum Bos mu tiba di depan meja kerjamu.

Berhubunganlah dengan followers mu, melalui DM, menjawab komen-komen yang ada, membuat postingan yang mengajak mereka berkomentar, bangun terus engagement. Ini merupakan hal yang paling penting.

Hal penting yang juga perlu diperhatikan adalah penggunaan hashtag secara tepat. Karena meskipun algorithm berubah, hal-hal lainnya tidak. Orang masih bisa mencari foto melalui hashtag, orang-orang tetap akan mencari foto yang sesuai dengan preference mereka menggunakan hashtag. Jadi jangan lupakan ini, gunakanlah hashtag yang sesuai dengan foto mu, yang sekiranya juga mudah digunakan sebagai ‘kata kunci’ seperti pada pencarian google.

Nah satu hal terakhir yang banyak diperbincangkan dan dilakukan adalah permintaan ‘turn on notifications’. Dengan fitur ini, kita akan mendapatkan notifikasi setiap saat akun yang kita ‘turn on kan’ memposting postingan baru. Tidak heran akhir-akhir ini banyak sekali akun yang mengajak/meminta followersnya untuk mengaktifkan fitur ini agar para followersnya tersebut tidak kelewat sesuatu apapun.

Yang kelewat oleh mereka adalah pemikiran bahwa kalau memang followersnya menyukai konten mereka (dengan memberi like/komen) maka postingan mereka akan selalu ada di deretan atas pada feed followers mereka itu. Kalau tidak suka, ya tidak akan muncul, dan tidak akan juga followers tersebut menyalakan fitur notifikasi ini karena buat apa dapet notifikasi dari sesuatu yang tidak disukai. Lagian, kalau misalnya seseorang menyalakan notifikasi dari beberapa akun, ia akan membuka notifikasi yang terakhir, dan jika notifikasi dari akun mu bukanlah yang terakhir maka notifikasi tersebut akan sia-sia karena toh gak akan dilihat juga. Ngerti kan poinnya? Jadi fitur ini memang gak terlalu banyak gunanya, jadi stop begging buat orang nyalain notifkasi terhadap akun mu.

Lebih baik pusatkan perhatian, tenaga, dan waktu mu untuk memperbaiki konten. Karena ‘in the end of the day’ kualitas lah yang akan membuat sesuatu dapat bertahan dalam perubahan jaman yang terjadi terus menerus. So, you don’t have to love it nor leave it, you just have to be better and keep moving.

-RAA-

-inspired to inspiring-

Article reference: http://www.jennstrends.com/instagrams-new-algorithm-affects/

 

Add a comment

Skip to toolbar